*💥 KEZHALIMAN YANG SEGERA TERBALASKAN*
📖 Rasulullah saw bersabda:
بَابَانِ مُعَجَّلَانِ عُقُوْبَتُهُمَا فِـي الدُّنْيَا: اَلْبَغْيُ وَالْعُقُوْقُ
✅ “Dua dosa yang disegerakan hukumannya di dunia: perbuatan zalim dan durhaka kepada orang tua.”
📔[HR. Bukhari]
Tulisan ini adalah renungan dan ilmu yang saya punya, kemudian saya tuangkan di web ini. silahkan dibaca, dihayati dan diamalkan. Semoga bermanfaat.
Total Tayangan Laman
Saturday, July 15, 2017
Friday, July 14, 2017
EKSPRESI ORANG TUA DI ALAM KUBUR KETIKA DI ZIARAHI ATAU DI DOAKAN ANAKNYA
EKSPRESI ORANG TUA
DI ALAM KUBUR
KETIKA DI ZIARAHI
ATAU DI DOAKAN ANAKNYA
Dalam penjelasan kitab al-Ruh, karya Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah , Apa yang terjadi kepada orang tua ketika Anda berziarah ke makam mereka atau ketika Anda mendoakan mereka?
Syaikh Muhammad al-Syanqithi, berkata: Semoga Alloh mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang telah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa perlunya ahli kubur kepada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya mengetahui hal ini..
Utsman bin Sawad, ulama salaf, bercerita tentang ibunya, seorang wanita yang ahli ibadah. Ketika ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata: “Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu menjadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematiaku, jangan Engkau abaikan diriku ketika mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku.” Kemudian ia meninggal dunia.
Aku selalu berziarah ke makamnya setiap hari Jum’at . Aku berdoa untuknya, dan memohonkan ampun baginya dan semua ahli kubur di situ. Pada suatu malam aku bermimpi berjumpa dengan ibuku.
Aku berkata: “Wahai ibuku, bagaimana keadaanmu?”
Ia menjawab: “Wahai anakku, sesungguhnya kematian itu adalah kesusahan yang dahsyat. Aku alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, dan bantalnya terdiri tenunan kain sutera.”
Aku berkata: “Apakah Ibu ada keperluan kepadaku?”
Ia menjawab: “Iya. Jangan kamu tinggalkan ziarah yang kamu lakukan kepada kami. Sungguh aku sangat senang dengan kedatanganmu pada hari Jum’at ketika berangkat dari keluargamu" . Orang-orang akan berkata kepadaku: “Ini anakmu sudah datang.” Lalu aku merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang.”
Basysyar bin Ghalib, ulama salaf pula, berkata: “ Aku bermimpi Robiah al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku: “Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai kepada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera.”
Aku berkata: “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”
Ia menjawab: “Begitulah doa orang-orang yang masih hidup. Apabila mereka mendoakan orang-orang yang sudah mati dan doa itu dikabulkan, maka doa itu diletakkan di atas piring dari cahaya dan ditutupi dengan sapu tangan sutera. Lalu hadiah itu diberikan kepada orang mati yang didoakan itu" . Lalu dikatakan kepadanya: “Terimalah, ini hadiah si anu kepadamu.”
Seberapa sering kita berziarah ke makam orang tua, keluarga dan guru kita yang telah meninggal dunia?
Seberapa banyak kita mendoakan mereka dalam waktu-waktu kita beribadah??
Ziarah kita dan doa kita sangat penting bagi mereka..
رب اجعلنی مقيم الصلاة ومن ذريتی ربنا وتقبل دعاء ربنا اغفرلی ولوالدي وللمؤمنين يوم يقوم الحساب
Sebentar lagi Masuk Bulan Suci Ramadhan, yg Mau Ziarah ke Makam Kakek, Nenek, atau Orang Tua, Sanak famili, Guru2 / Kiayi2 kita .. Silahkan share .. Karena DOA Kita, Selalu Dinantikan oleh Mereka ..
Aamiin aamiin YRA
DI ALAM KUBUR
KETIKA DI ZIARAHI
ATAU DI DOAKAN ANAKNYA
Dalam penjelasan kitab al-Ruh, karya Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah , Apa yang terjadi kepada orang tua ketika Anda berziarah ke makam mereka atau ketika Anda mendoakan mereka?
Syaikh Muhammad al-Syanqithi, berkata: Semoga Alloh mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang telah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa perlunya ahli kubur kepada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya mengetahui hal ini..
Utsman bin Sawad, ulama salaf, bercerita tentang ibunya, seorang wanita yang ahli ibadah. Ketika ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata: “Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu menjadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematiaku, jangan Engkau abaikan diriku ketika mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku.” Kemudian ia meninggal dunia.
Aku selalu berziarah ke makamnya setiap hari Jum’at . Aku berdoa untuknya, dan memohonkan ampun baginya dan semua ahli kubur di situ. Pada suatu malam aku bermimpi berjumpa dengan ibuku.
Aku berkata: “Wahai ibuku, bagaimana keadaanmu?”
Ia menjawab: “Wahai anakku, sesungguhnya kematian itu adalah kesusahan yang dahsyat. Aku alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, dan bantalnya terdiri tenunan kain sutera.”
Aku berkata: “Apakah Ibu ada keperluan kepadaku?”
Ia menjawab: “Iya. Jangan kamu tinggalkan ziarah yang kamu lakukan kepada kami. Sungguh aku sangat senang dengan kedatanganmu pada hari Jum’at ketika berangkat dari keluargamu" . Orang-orang akan berkata kepadaku: “Ini anakmu sudah datang.” Lalu aku merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang.”
Basysyar bin Ghalib, ulama salaf pula, berkata: “ Aku bermimpi Robiah al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku: “Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai kepada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera.”
Aku berkata: “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”
Ia menjawab: “Begitulah doa orang-orang yang masih hidup. Apabila mereka mendoakan orang-orang yang sudah mati dan doa itu dikabulkan, maka doa itu diletakkan di atas piring dari cahaya dan ditutupi dengan sapu tangan sutera. Lalu hadiah itu diberikan kepada orang mati yang didoakan itu" . Lalu dikatakan kepadanya: “Terimalah, ini hadiah si anu kepadamu.”
Seberapa sering kita berziarah ke makam orang tua, keluarga dan guru kita yang telah meninggal dunia?
Seberapa banyak kita mendoakan mereka dalam waktu-waktu kita beribadah??
Ziarah kita dan doa kita sangat penting bagi mereka..
رب اجعلنی مقيم الصلاة ومن ذريتی ربنا وتقبل دعاء ربنا اغفرلی ولوالدي وللمؤمنين يوم يقوم الحساب
Sebentar lagi Masuk Bulan Suci Ramadhan, yg Mau Ziarah ke Makam Kakek, Nenek, atau Orang Tua, Sanak famili, Guru2 / Kiayi2 kita .. Silahkan share .. Karena DOA Kita, Selalu Dinantikan oleh Mereka ..
Aamiin aamiin YRA
Monday, March 3, 2014
PENGAJIAN
PENGAJIAN PONDOK PESANTREN ONLINE
http://pengajian-pondok.blogspot.com/2011/10/pengajian-kh-abdul-ghofur-ihya-syamsul.html
Monday, May 13, 2013
BALASAN BAGI SI "BURUK" DI DEPAN UMUM
BALASAN BAGI SI "BURUK" DI DEPAN UMUM
Kalau ada seseorang yang memperlihatkan kedurhakaannya maka sepantasnya ia menerima pembalasan di depan umum juga.
Debagai mukmin, kalau ada orang durhaka/maksiat di depan umum kita boleh memperingatkannya didepan umum itu juga setimpal dengan kedurhakaannya.
Berbuat demikian ini sebagai tanda menyelisihi kedurhakaaan. dan ini boleh ditampakkan, bahkan sunnah bagi yang mampu.
tapi...
jangan coba-coba kepada seseorang sudah bersembunyi melakukan dosa, kemudian ia tahu, maka janganlah diumbar kemaksiatannya itu. karena itu aib. perlu di nasehati 4 mata. dst...
Demikian juga kalau ada orang orang yang menunjukkan kebutuhannya, misalnya berhutang, meminta dengan menunjukkan kebutuhan yang sangat, maka kita juga boleh menunjukkan pemberian/bersedekah di depan orang yang butuh (ini tidak riya) karena ada sebab. (seperti kasus diatas).
tapi
kalau tidak ada sebab seperti diatas, sebaiknya pemberian itu disamarkan/disembunyikan.
dan amal-amal lain kira2 lebih bagus dianalogikan seperti kasus-kasus diatas. kecuali "Jamaah Sholat"... hendaknya disyiarkan (di masjid).
Hanya Alloh yang mengetahui...
Kalau ada seseorang yang memperlihatkan kedurhakaannya maka sepantasnya ia menerima pembalasan di depan umum juga.
Debagai mukmin, kalau ada orang durhaka/maksiat di depan umum kita boleh memperingatkannya didepan umum itu juga setimpal dengan kedurhakaannya.
Berbuat demikian ini sebagai tanda menyelisihi kedurhakaaan. dan ini boleh ditampakkan, bahkan sunnah bagi yang mampu.
tapi...
jangan coba-coba kepada seseorang sudah bersembunyi melakukan dosa, kemudian ia tahu, maka janganlah diumbar kemaksiatannya itu. karena itu aib. perlu di nasehati 4 mata. dst...
Demikian juga kalau ada orang orang yang menunjukkan kebutuhannya, misalnya berhutang, meminta dengan menunjukkan kebutuhan yang sangat, maka kita juga boleh menunjukkan pemberian/bersedekah di depan orang yang butuh (ini tidak riya) karena ada sebab. (seperti kasus diatas).
tapi
kalau tidak ada sebab seperti diatas, sebaiknya pemberian itu disamarkan/disembunyikan.
dan amal-amal lain kira2 lebih bagus dianalogikan seperti kasus-kasus diatas. kecuali "Jamaah Sholat"... hendaknya disyiarkan (di masjid).
Hanya Alloh yang mengetahui...
Monday, May 6, 2013
Istri dan Hamba
Istri dan Hamba
Seorang suami saat bekerja mencari nafkah, tentunya untuk "dia" dan si buah hati (pinjem istilahnya Pace Pondaag), istri dan anak.
Suami akan senang bila hasil itu digunakan untuk melayaninya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan rumah tangganya.
Lain ceritanya, bila istri ini ternyata semua nafkah yang diterimanya ini ternyata sebagiannya digunakan untuk "modal berselingkuh" dengan pria lain. bisa ditebak, suami pasti akan murka.
Demikianlah, sekilas cerita ini bila kita sandarkan pada diri seorang hamba terhadap TuhanNya. Allah SWT telah memberikan segala kecukupan kepada hambanya dari yang dibutuhkan sampai yang tidak dibutuhkan dipenuhi juga olehNya.
Lalu.... pertanyaanya...?
apakah nikmat yang telah diberikannya telah kita gunakan untuk melayaninya sesuai perintahNya.
Beriman, bertaqwa...Taat beribadah.....
atau
MenyelingkuhiNya...... atau.... MenyekutukanNya.
menganggap ada kekuatan lain yang bisa memberi manfaat/kemelaratan.
mengingkari nikmatNya...?
atau pura-pura bahwa semua yang ada pada diri kita itu dari jerih payah kita sendiri? terus mengingkarinya...?
Jawabanya sederhana ....
Dia pasti akan Murka.
FirmanNya:
Barangsiapa yang bersyukur "pasti" akan ditambah Nikmatnya
sebaliknya...
Barangsiapa yang ingkar (terhadap nikmat), sesungguhnya siksKu amat pedih.
Kesehatan, hidup yang mapan, suasana yang kondusif untuk beribadah... seperti lingkungan kita saat ini... ini merupakan nikmat yang tidak bisa dihitung...
Gunakanlah untuk "Melayaninya"
dengan meng-IMANINYA, BERTAQWA, beribadah & beramal sholeh. AGAR DIA TIDAK MURKA.
Semoga Alhoh SWT akan memberikan tuntunannya kepada kita semua.
Amin... Ya Robbal Alamin.
Seorang suami saat bekerja mencari nafkah, tentunya untuk "dia" dan si buah hati (pinjem istilahnya Pace Pondaag), istri dan anak.
Suami akan senang bila hasil itu digunakan untuk melayaninya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan rumah tangganya.
Lain ceritanya, bila istri ini ternyata semua nafkah yang diterimanya ini ternyata sebagiannya digunakan untuk "modal berselingkuh" dengan pria lain. bisa ditebak, suami pasti akan murka.
Demikianlah, sekilas cerita ini bila kita sandarkan pada diri seorang hamba terhadap TuhanNya. Allah SWT telah memberikan segala kecukupan kepada hambanya dari yang dibutuhkan sampai yang tidak dibutuhkan dipenuhi juga olehNya.
Lalu.... pertanyaanya...?
apakah nikmat yang telah diberikannya telah kita gunakan untuk melayaninya sesuai perintahNya.
Beriman, bertaqwa...Taat beribadah.....
atau
MenyelingkuhiNya...... atau.... MenyekutukanNya.
menganggap ada kekuatan lain yang bisa memberi manfaat/kemelaratan.
mengingkari nikmatNya...?
atau pura-pura bahwa semua yang ada pada diri kita itu dari jerih payah kita sendiri? terus mengingkarinya...?
Jawabanya sederhana ....
Dia pasti akan Murka.
FirmanNya:
Barangsiapa yang bersyukur "pasti" akan ditambah Nikmatnya
sebaliknya...
Barangsiapa yang ingkar (terhadap nikmat), sesungguhnya siksKu amat pedih.
Kesehatan, hidup yang mapan, suasana yang kondusif untuk beribadah... seperti lingkungan kita saat ini... ini merupakan nikmat yang tidak bisa dihitung...
Gunakanlah untuk "Melayaninya"
dengan meng-IMANINYA, BERTAQWA, beribadah & beramal sholeh. AGAR DIA TIDAK MURKA.
Semoga Alhoh SWT akan memberikan tuntunannya kepada kita semua.
Amin... Ya Robbal Alamin.
Thursday, May 2, 2013
Makna Akhir dari ayat surat Adh Dhuha
ORANG LAIN .....!!!???
Kalau ada orang lain rakus dunia ia tidak suka,
tapi ia sendiri rakus...
Kalau ada orang lain tidak tertib dalam sholat ia tidak suka
tapi ia sendiri tidak sholat
Kalau ada orang lain mencuri ia tidak suka,
tapi ia mencuri
Kalau ada orang lain berbuat salah ia tidak suka,
tapi ia sendiri sering lalai dan ceroboh
Kalau ada orang lain sukses melebihi dirinya ia tidak suka,
makanya ia tidak sukses...
Kalau ada orang lain SERAKAH ia tidak suka,
tapi ia sendiri SANGAT SERAKAH
Kalau ada orang lain BERKEMBANG & TUMBUH USAHA DAN KEPANDAIANNYA ia MEREMEHKANNYA,
makanya ia semakin terpuruk dan sering tertimpa kesialan terus menerus......
......dst.....
iri dengki sifatnya syetan, Jauhi dan Hindari sekuat hatimu....
jika ingin sukses pahami dan hayati ayat terakhir
surat Adh-Duha
Kalau ada orang lain rakus dunia ia tidak suka,
tapi ia sendiri rakus...
Kalau ada orang lain tidak tertib dalam sholat ia tidak suka
tapi ia sendiri tidak sholat
Kalau ada orang lain mencuri ia tidak suka,
tapi ia mencuri
Kalau ada orang lain berbuat salah ia tidak suka,
tapi ia sendiri sering lalai dan ceroboh
Kalau ada orang lain sukses melebihi dirinya ia tidak suka,
makanya ia tidak sukses...
Kalau ada orang lain SERAKAH ia tidak suka,
tapi ia sendiri SANGAT SERAKAH
Kalau ada orang lain BERKEMBANG & TUMBUH USAHA DAN KEPANDAIANNYA ia MEREMEHKANNYA,
makanya ia semakin terpuruk dan sering tertimpa kesialan terus menerus......
......dst.....
iri dengki sifatnya syetan, Jauhi dan Hindari sekuat hatimu....
jika ingin sukses pahami dan hayati ayat terakhir
surat Adh-Duha
Monday, February 18, 2013
Setan Bertelur
TERNYATA SETAN ITU BISA BERTELUR DAN MENETASKAN...
PENYAKIT HATI yang ke enam
adalah "memandang segala sesuatu menggunanakan parameter dirham dan
dinar" artinya semuanya diukur dengan nominal uang.
Sesuatu yang melebihi
dari kebutuhan menurut syara' itu adalah buminya syetan, karena harta/uang yang
berlebih dari kebutuhan itu pasti akan ditempati atau diduduki oleh syetan.
Kalau kamu tidak punya uang maka hatimu bersih dan tidak akan
memikirkan SESUATU, tapi setelah kamu memperoleh uang sebanyak 10 juta maka
akan bangkit dari hatimu sepuluh syahwat
untuk memperoleh 10 juta yang lain dan yang lainnya lagi. Maka tidaklah cukup adanya uang 10 juta yang pertama
bagimu, justru anganmu akan melambung menginginkan 90 juta yang belum ada
di tanganmu agar genap 100 juta.
Hal ini akibat 10 syahwat yang ditimbulkan uang
yang 10 Juta. Dari sini terlihat, bahwa ketika kamu tidak punya uang, kamu
tidah berhajat terhadap sesuatu, bahkan terhadap uang yang 100 juta itupun tidak,
tapi ketika kamu mempunyai uang sebanyak 10 juta dan anganmu melambung ingin
sesuatu yang lebih banyak (misal:100 juta) maka saat itu kamu bisa dikatakan "FAKIR". Dan ketika kamu
mendapatkan uang yang 100 juta itu, saat itu kamu akan LEBIH FAKIR dari yang
pertama,. Allohu Akbar.... siapa yang bisa selamat dari keadaan seperti ini, di zaman
ini....
Subscribe to:
Posts (Atom)